Apexindo News

Public Expose Apexindo 2020

On Thursday, December 10, 2020, Apexindo held its Public Expose for 2020 as compliance of Indonesian Stock Exchange regulation for listed company. In this annual Public Expose, due to Covid-19 pandemic situation, the Public Expose held electronically by zoom meeting. Although the meeting was held electronically, the stakeholders of the Company didn’t lose their enthusiasm to following the meeting.

More than 30 people attended the meeting, representing public and media. Various questions were also raised to understand the Company’s condition and its plans to face business competition in the next year.

Apexindo Annual General Meeting Of Shareholder and Extraordinary General Meeting Of Shareholder

Apexindo News

In Thursday, August 5, 2020, Apexindo held Annual General Meeting of Shareholder (AGMS) and Extraordinary General Meeting of Shareholder. Located in multifunction hall in Apexindo’s head office, AGMS and EGMS  attended by the Board of Directors namely Bapak Zainal Abidinsyah Siregar as President Director, Bapak Erwin Sutanto as Vice President Director, and Bapak Mahar Atanta Sembiring as Director. 

This meeting also led by Apexindo’s President Commissioner, Bapak Irawan Sastrotanojo, and also attended by the Independent Commissioner, Bapak Robinson Simbolon. This AGMS attended by 80.52% share olders, and in the EGMS anttended by 80.53% of shareholders. All of agenda in AGMS and EGMS was approved by the  shareholders.

Rig 9 Reach 14 Years Without Lost Time Incident

Apexindo News

Rig 9 successfully reached 14 (fourteen) years operating without lost time incident (LTI). This record also recognized by International Association of Drilling Contractors (IADC) in appreciation letter and certificate that issued to Apexindo in July 2020. The success of Rig 9 in maintaining work safety has made this rig the longest LTI-free achievement among all Apexindo's onshore rigs.

In addition to good safety achievements, in the history of Apexindo, Rig 9 has also recorded another important record which is the success of maintaining cooperation with one client, namely VICO Indonesia in the East Kalimantan area for 25 (twenty five) years continuously, from 1991 to 2016. This record is a milestone for the Company in building good relationships with clients, as well as proving Apexindo's ability to consistently perform well.

Apexindo accomplished “hat-trick” during the industry downturn

In the last three month from December 2016 to early February 2017, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/the “Company”) has received 3 (three) recognition awards for the performance on 3 (three) drilling rig contracts. The Company has been given certified recognitions by Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) for the successful performance of Tasha jack up rig on well BTE-1 and Kepodang project of well KEJT-C3 and KEJT-C4 offshore via Madura; from PHE Randugunting for the outstanding performance of Apexindo Rig 2 on the RGT drilling project onshore in Rembang, Central Java; and from Pertamina Geothermal Energy for the successful operations of Apexindo Rig 4 in drilling geothermal wells in the Lahendong area of North Sulawesi.

“These awards are reflections of the reliable service quality provided by Apexindo. During this downturn in the industry, where we experienced a significant reduction of drilling activity, I am proud to see a result of our consistency in maintaining a high standard of services. Our day rates have been reduced by up to 40% if not more in the past few years; however it is our commitment to always deliver the highest performance. We are committed to excellence”, stated Zainal Abidinsyah Siregar, the President Director of Apexindo.

Aside of the consistent performance, our knowledge and experience in onshore and offshore operations are a solid base for successful long-standing business partnership with prominent locally based clients in addition to multi-national foreign companies, such as Total E&P Indonesie in Delta Mahakam, and VICO Indonesia in East Kalimantan area where we have been consistently operating rigs for over 25 years.

Apexindo received a Recognition Award from Petronas Indonesia

Apexindo News

November 23, 2016
PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/the “Company”) received a recognition award from Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) for the performance of Tasha jack up rig in well BTE-1.

The award is an acknowledgement for the achievement of zero Loss Time Incident during Tasha’s drilling campaign in August 2016 to October 2016.

Well BTE-1 is the first well drilled by Tasha, as the rig is contracted for a 3 wells program by Petronas Indonesia. Previously, Tasha was working under a contract with Petronas Carigali Sdn.Bhd. in Malaysian waters since first quarter 2015 and the contract was completed in July 2016.

“This award is a result of consistency in implementing safety behaviors which has been demonstrated by the crew. However, this achievement is also a challenge for us to maintain or even improve our performance”, stated Zainal Abidinsyah Siregar, the President Director of Apexindo.

During the years, Apexindo has received numerous awards and appreciation letters from reputable clients for its performance. Those awards are a reflection of service quality provided by Apexindo, as stated in the Company’s commitment statement of “Committed to Excellence”, to always deliver the highest performance in order to achieve the Company’s vision and mission.

SEARCH PAGE  

Media Clipping

Kuartal II 2021, kinerja Apexindo Pratama (APEX) bakal didukung kontrak-kontrak ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) optimistis dalam melihat prospek bisnis di kuartal II 2021. GM Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma mengatakan, kinerja perusahaan bakal  didukung adanya peningkatan utilisasi terutama di segmen rig lepas pantai sehubungan dengan kontrak-kontrak baru yang akan dimulai pada kuartal II 2021. Hal ini pulalah yang membuat APEX optimistis bisa mengejar pertumbuhan kinerja pada tahun ini.

“Perseroan mengantisipasi pertumbuhan kinerja dibanding tahun 2020. Kami memperkirakan pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2020 yang akan menghasilkan laba positif bagi Perseroan,” kata Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). Sedikit kilas balik, kinerja pendapatan APEX di kuartal pertama tahun ini belum lebih baik dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021.

Maklumlah, berdasarkan penjelasan Pretycia, pendapatan APEX di kuartal pertama memang hanya bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya, sementara kontrak-kontrak baru yang telah didapat dijadwalkan baru mulai dikerjakan di kuartal kedua tahun ini. Untungnya, berkat sejumlah strategi pengendalian biaya yang dilakukan, APEX berhasil membalikkan posisi rugi yang dicatatkan pada kuartal I tahun lalu menjadi laba di tengah pendapatan yang menyusut.  Melansir laporan keuangan interim perusahaan, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Sebelumnya, APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. Berbeda dengan kuartal I 2021, kinerja APEX di kuartal II 2021 bakal didukung oleh pengerjaan sejumlah kontrak baru. Setidaknya, saat ini terdapat 3 kontrak baru yang pengerjaannya dimulai di kuartal II. 

Pertama, kontrak untuk Rig Yani dari Pertamina Hulu Mahakam. Kontrak yang berdurasi  durasi kontrak 1,5 tahun dan opsi perpanjangan tersebut berhasil didapat oleh APEX pada Februari 2021 lalu. Total nilai kontraknya adalah sebesar $ 68 juta. Berikutnya, APEX juga telah mendapatkan kepastian kontrak di tahun 2020 dari Pertamina Hulu Mahakam untuk Rig Maera. Kontrak dengan nilai US$ 18,7 juta itu juga dimulai di kuartal II 2021 pengerjaannya. Selain itu, APEX juga mendapatkan amandemen kontrak untuk Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energy Nunukan Company, Pertamina Hulu Energi Anggursi dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore senilai US$ 13,7 juta. Pelaksanaan kontrak ini sudah dimulai pada minggu ketiga April 2021.  

“Dengan mulainya pelaksanaan kontrak-kontrak rig lepas pantai pada kuartal II 2021, Perseroan melihat prospek bisnis di kuartal II 2021 akan membaik yang akan mendukung peningkatan kinerja di sepanjang tahun 2021,” tutur Pretycia.

Newssetup.kontan.co.id, Thursday, April 29, 2021.

Source: https://newssetup.kontan.co.id/news/kuartal-ii-2021-kinerja-apexindo-pratama-apex-bakal-didukung-kontrak-kontrak-ini

Kinerja Apexindo Pratama (APEX) di kuartal II 2021 bakal didukung kontrak-kontrak ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) optimistis dalam melihat prospek bisnis di kuartal II 2021. GM Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma mengatakan, kinerja perusahaan bakal  didukung adanya peningkatan utilisasi terutama di segmen rig lepas pantai sehubungan dengan kontrak-kontrak baru yang akan dimulai pada kuartal II 2021. Hal ini pulalah yang membuat APEX optimistis bisa mengejar pertumbuhan kinerja pada tahun ini. “Perseroan mengantisipasi pertumbuhan kinerja dibanding tahun 2020. Kami memperkirakan pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2020 yang akan menghasilkan laba positif bagi Perseroan,” kata Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). Sedikit kilas balik, kinerja pendapatan APEX di kuartal pertama tahun ini belum lebih baik dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021.  

Maklumlah, berdasarkan penjelasan Pretycia, pendapatan APEX di kuartal pertama memang hanya bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya, sementara kontrak-kontrak baru yang telah didapat dijadwalkan baru mulai dikerjakan di kuartal kedua tahun ini. Untungnya, berkat sejumlah strategi pengendalian biaya yang dilakukan, APEX berhasil membalikkan posisi rugi yang dicatatkan pada kuartal I tahun lalu menjadi laba di tengah pendapatan yang menyusut. Melansir laporan keuangan interim perusahaan, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Sebelumnya, APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. Berbeda dengan kuartal I 2021, kinerja APEX di kuartal II 2021 bakal didukung oleh pengerjaan sejumlah kontrak baru. Setidaknya, saat ini terdapat 3 kontrak baru yang pengerjaannya dimulai di kuartal II. 

Pertama, kontrak untuk Rig Yani dari Pertamina Hulu Mahakam. Kontrak yang berdurasi  durasi kontrak 1,5 tahun dan opsi perpanjangan tersebut berhasil didapat oleh APEX pada Februari 2021 lalu. Total nilai kontraknya adalah sebesar $ 68 juta. Berikutnya, APEX juga telah mendapatkan kepastian kontrak di tahun 2020 dari Pertamina Hulu Mahakam untuk Rig Maera. Kontrak dengan nilai US$ 18,7 juta itu juga dimulai di kuartal II 2021 pengerjaannya.  Selain itu, APEX juga mendapatkan amandemen kontrak untuk Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energy Nunukan Company, Pertamina Hulu Energi Anggursi dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore senilai US$ 13,7 juta. Pelaksanaan kontrak ini sudah dimulai pada minggu ketiga April 2021.  “Dengan mulainya pelaksanaan kontrak-kontrak rig lepas pantai pada kuartal II 2021, Perseroan melihat prospek bisnis di kuartal II 2021 akan membaik yang akan mendukung peningkatan kinerja di sepanjang tahun 2021,” tutur Pretycia. 

Kontan.co.id, Wednesday, April 28, 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/kinerja-apexindo-pratama-apex-di-kuartal-ii-2021-bakal-didukung-kontrak-kontrak-ini

Perbaikan kinerja bottom line APEX di kuartal I 2021 didukung oleh strategi efisiensi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mencatatkan kinerja bottom line yang apik di tiga bulan pertama tahun ini. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, emiten jasa penunjang minyak dan gas (migas) tersebut berhasil membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Padahal, sebelumnya APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. 

Perbaikan kinerja pada sisi bottom line ini juga didapat ketika kinerja topline APEX menyusut. Tercatat, pendapatan turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021. M Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma menjelaskan, APEX memang melakukan sejumlah upaya efisiensi untuk menekan pengeluaran pada pos-pos beban yang ada. Caranya, APEX Menerapkan strategi pengendalian biaya dalam kegiatan operasional Perseroan tanpa mengurangi kualitas kinerja yang diberikan.  

 “Sebelum rig mulai beroperasi, Perseroan meminta setiap rig untuk menjaga biaya seefektif mungkin dan menekankan penurunan pengeluaran untuk pos-pos beban langsung. Selain itu juga terjadi penurunan biaya depresiasi untuk rig-rig Perseroan,” terang Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). 

Mengintip laporan keuangan interim perusahaan, pengeluaran APEX pada sejumlah pos beban memang tercatat mengalami penurunan. Beban langsung APEX misalnya, mengalami penurunan 65,12% yoy menjadi US$ 5,64 juta di kuartal I 2021. Sebelumnya, beban langsung APEX mencapai US$ 16,18 juta pada kuartal I 2020 lalu. Dari situ laba kotor APEX sudah meroket 120,95% yoy menjadi US$ 4,60 juta di kuartal I 2021. Di kuartal I tahun lalu, laba kotor APEX hanya mencapai US$ 2,08 juta. 

Penurunan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban usaha dan beban keuangan. Tercatat, beban usaha APEX menyusut 20,72% yoy dari semula US$ 3,23 juta di kuartal I 2020 menjadi US$ 2,56 juta di kuartal I 2021. Sementara itu, beban keuangan APEX tercatat turun lebih dalam, yaitu sebesar 78,95% yoy dari US$ 4,17 juta di kuartal I 2020 menjadi US$ 879.049 di kuartal I 2021.  Soal realisasi pendapatan yang turun, Pretycia menerangkan bahwa kontrak-kontrak baru yang didapat APEX memang dijadwalkan mulai dikerjakan pada kuartal II 2021 sehingga belum turut berkontribusi dalam pembukuan kinerja di kuartal pertama. “Pendapatan Perseroan pada kuartal I 2021 bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya,” terang Pretycia.  

Per 31 Maret 2021 lalu, aset APEX tercatat sebesar US$ 339,13 juta. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar US$ 127,84 juta dan liabilitas sebesar US$ 211,28 juta. Sementara itu, kas dan setara kas akhir periode APEX tercatat sebesar US$ 11,01 juta per 31 Maret 2021. Jumlah ini turun 15,99% dibanding kas dan setara kas awal periode yang sebesar US$ 13,11 juta. 

Kontan.co.id, Wednesday, April 28, 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/perbaikan-kinerja-bottom-line-apex-di-kuartal-i-2021-didukung-oleh-strategi-efisiensi

Apexindo (APEX) Cetak Laba USD1 Juta di Kuartal I-2021

IDXChannel - Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) pada awal periode kuartal I-2021 telah mencatatkan laba bersih yang sangat positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2021, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD1 juta. Perbaikan laba bersih terjadi dikarenakan APEX berhasil menekan pengeluaran pada sejumlah pos beban. 

Beban langsung APEX misalnya, turun 65,12 persen secara tahunan, menjadi USD5,64 juta pada akhir Maret 2021. Sebelumnya, beban langsung APEX mencapai USD16.18 juta pada kuartal I-2020. Dari situ, laba kotor APEX meroket 120,95 persen secara year on year menjadi USD4,6 juta periode januari hingga maret 2021. Pada kuartal pertama tahun lalu, laba kotor APEX hanya mencapai USD2,08 juta. Sehingga, per 31 Maret 2021, aset APEX tercatat sebesar USD339,13 juta. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar USD127,84 juta dan liabilitas sebesar USD211,28 juta.

Idxchannel.com, Tuesday, April 27, 2021.

Source: https://www.idxchannel.com/market-news/apexindo-apex-cetak-laba-usd1-juta-di-kuartal-i-2021

Apexindo Pratama (APEX) berhasil cetak laba bersih US$ 1 juta di kuartal I-2021

KONTAN.CO.ID   JAKARTA. Kinerja PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) di awal tahun 2021 cukup menggairahkan. Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas) ini berasil mencatatkan laba bersih di tiga bulan pertama tahun ini. Sepanjang kuartal I-2021 lalu, APEX akhirnya membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar US$ 1,00 juta. Asal tahu saja, pada periode yang sama tahun lalu, APEX masih mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 7,34 juta.  

Sebenarnya, perbaikan dari sisi bottom line didapat ketika kinerja topline APEX menyusut. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan (yoy) dari semula US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I-2021. Namun demikian, APEX berhasil menekan pengeluaran pada sejumlah pos beban. Beban langsung APEX misalnya, turun 65,12% yoy menjadi US$ 5,64 juta di akhir Maret 2021. Sebelumnya, beban langsung APEX mencapai US$ 16,18 juta pada kuartal I-2020 lalu.  Dari situ laba kotor APEX sudah meroket 120,95% yoy menjadi US$ 4,60 juta di periode Januari Maret 2021. Di kuartal pertama tahun lalu, laba kotor APEX hanya mencapai US$ 2,08 juta.

Penurunan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban usaha dan beban keuangan. Tercatat, beban usaha APEX menyusut 20,72% yoy dari semula US$ 3,23 juta di kuartal I-2020 menjadi US$ 2,56 juta di kuartal I-2021.  Sementara itu, beban keuangan APEX tercatat turun lebih dalam, yaitu sebesar 78,95% yoy dari US$ 4,17 juta di tiga bulan pertama tahun lalu menjadi US$ 879.049 di kuartal I-2021. Per 31 Maret 2021 lalu, aset APEX tercatat sebesar US$ 339,13 juta. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar US$ 127,84 juta dan liabilitas sebesar US$ 211,28 juta. Sementara itu, kas dan setara kas akhir periode APEX tercatat sebesar US$ 11,01 juta per 31 Maret 2021. Jumlah ini turun 15,99% dibanding kas dan setara kas awal periode yang sebesar US$ 13,11 juta. 

Kontan.co.id, Monday, April 26, 2021.

Source: https://investasi.kontan.co.id/news/apexindo-pratama-apex-berhasil-cetak-laba-bersih-us-1-juta-di-kuartal-i-2021-1

SEARCH PAGE  

Gallery of Events

SEARCH PAGE  

  • February 6, 2020, As one of the Company’s social responsibility program, Apexindo help Daarul Rahman Boarding School to build sports facility for futsal, basketball, and volley on 2.325 m2 area. Company also donate for the boarding school sports development.
  • February 21, 2020, Apexindo helds its Extraordinary General Meeting of Shareholders in Apexindo Jakarta Office.
  • May 13-22, 2020, Apexindo shares about 500 donation for orphan, widow, and unfortunate peoples during Ramadhan 2020. Donations not only given in Jakarta, but also in Bekasi, Tangerang, Bojonegara, Banten and Balikpapan.
  • July 31, 2020, On the holy day of Eid al-Adha 1441 H, Apexindo gives 4 qurban animals in Jakarta, Bojonegara and Balikpapan.
  • August 5, 2020, Apexindo helds its Annual General Meeting of Shareholders and Extraordinary General Meeting of Shareholders in Apexindo Jakarta Office.
  • December 10, 2020, Apexindo held its Annual Public Expose electronically.